Yuk Kenal Lebih Dekat dengan Bimantara Arya/Hyundai Grace, Mitsubishi Delica Buatan Lokal

Bimantara Arya/Hyundai Grace

Hyundai Grace dibangun berdasarkan generasi ketiga Mitsubishi Delica berkat kerjasama dua pabrikan Jepang dan Korea. Awal kemunculannya di Indonesia terjadi pada tahun 1994 guna mensukseskan kegiatan KTT APEC di Bogor sebagai kendaraan storing.

Sebagai kendaraan minivan, saat itu status mobil ini masuk sebagai impor CBU. Kemudian pada tahun 1997 pabrikan berlogo H miring asal Korea tersebut merakit Grace di Tanah Air yang kemudian diberinama Bimantara Arya.

Dibandingkan Delica, Bimantara Arya/Hyundai Grace memiliki bentuk sedikit lebih memblulat. Desain yang diterapkan terlihat perpaduan antara negara Sakura dan Gingseng. Pada fasadnya, mobil ini memiliki jidat yang lebih jenong. Untuk lampu depan dibuat mengapsul dan terhubung dengan lampu seinnya.

Baca juga: Mitsubishi Colt L300 Bakal Diproduksi di Indonesia Lagi, Perakitannya Ganggu Xpander?

Bimantara Arya/Hyundai Grace

Bimantara Arya/Hyundai Grace

Pada bagian samping, mobil ini menggunakan sliding door di tengah yang hanya tersedia di sisi kirinya. Untuk kaca mulai dari baris tengah hingga ke belakang memakai bukaan geser seperti yang digunakan angkot.   

Bergeser ke buritan, untuk tampilan belakangnya memiliki lekukan bulat di tengah pintu. Guna memberikan kemudahan pandangan saat melihat ke belakang, kacanya sudah dilengkapi rear wiper. Untuk stoplampnya, secara bentuk mirip seperti kepunyaan Daihatsu Espass. Namun tampilannya dibuat berbeda dengan adanya dua bulatan di setiap lampu.

Bisa Memuat 11 Orang, Interior Bimantara Arya/Hyundai Grace Modern Sekaligus Ergonomis

Bimantara Arya/Hyundai Grace

Jok penumpang Bimantara Arya/Hyundai Grace (Indras Trans)

Setelah mengulas eksterior, kini membahas interior daripada mobil ini. Untuk area kokpit, Bimantara Arya/Hyunda Grace memiliki bentuk yang modern. Ini terlihat dari desain dashboard yang ditampilkan, dimana bentuknya dibuat mengapsul.

Pada center clusternya terdapat head unit single din serta beberapa tombol pengaturan seperti AC yang lebih condong ke arah pengemudi sehingga terasa ergonomis. Dashboard yang dibuat landai serta kemudi dengan posisi miring, membuat pandangan mengemudi terasa luas serta posisi berkendara yang nyaman.

Baca juga: 4 Hal Menarik Mitsubishi L300 Euro 4, Losbak yang Bikin Kesengsem Pelaku Usaha Angkutan Barang

Bimantara Arya/Hyundai Grace

Bimantara Arya/Hyundai Grace terdapat pilihan jok captain seat

Mengenai pusat informasi berkendara, selain odometer mobil ini telah dilengkapi tachometer. Oh iya, untuk menaikan atau menurunkan kaca, pada baris pertama sudah menggunakan power window. Sebagai informasi tambahan, pada jok baris pertama bagian tengah terdapat cup holder serta laci peyimpanan barang yang bisa ditegakan menjadi sandaran punggung.

Beranjak ke bagian tengah, mobil ini memiliki 3 shaf tempat duduk. Mengenai daya tampung penumpang, Bimantara Arya/Hyundai Grace bisa diisi hingga 10 orang sekaligus sehingga sangat cocok untuk kalian yang berkecimpung di bisnis travel.

Guna memberikan kenyamanan selama berkendara, mobil ini berhasil disematkan AC double blower yang diletakan antara baris pertama dan kedua.

Mesin Memiliki Kesamaan dengan Mitsubishi L300

Bimantara Arya/Hyundai Grace

Mesin D4BB

Awal kemunculannya Bimantara Arya/Hyundai Grace dibekali mesin diesel berkode D4BB yang merupakan nama lain dari mesin Mitsubishi 4D56 milik L300. Namun untuk mesin D4BB mendapat beberapa sentuhan modifikasi seperti stroke yang dipanjangkan guna menghasilkan kapasitas mesin lebih besar menjadi 2.700 cc.

Jantung pacu ini memiliki konfigurasi diesel indirect injection 8 valve SOHC. Untuk membuatnya berjalan, tenaga yang diperoleh diatur dengan transmisi manual 5-percepatan yang selanjutnya diarahkan ke penggerak roda belakang.

Pada tahun 2000, Bimantara Arya/Hyundai Grace mendapat update dari segi jantung pacu. Yang semula menggunakan D4BB, pabrikan mengubahnya dengan mesin D4BF. Secara struktural mesin ini masih sama dengan D4BB maupun 4D56 kepunyaan L300. Hanya saja untuk kapasitasnya disamakan dengan 4D56 yakni 2.500 cc.

Guna mendongkrak performa lebih besar, mesin D4BF mendapat tekanan udara paksa di ruang pembakaran berkat diapadukannya turbo Garrett GT1749S. Seperti model sebelumnya, mesin ini dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan.

Mempunyai banyak kesamaan dengan 4D56, untuk suku cadang mesin D4BB maupun D4BF sangat mudah ditemukan di pasaran sehingga tidak perlu khawatir apabila mengalami kerusakan.

Baca juga: Ketahui Penyebab Mesin Mitsubishi L300 Suaranya Kasar, Padahal Baru 100 Ribuan Kilometer

LihatTutupKomentar