Mobil Listrik DFSK Gelora E Kini Dipakai Mobil Antar Jemput Karyawan Perkebunan

DFSK Gelora E

DFSK Gelora (Spesifikasi | Berita) E merupakan minbus listrik yang serbaguna. Selain digunakan sebagai ambulance, dan angkutan kota Jak Lingko, keberaan mobil ini dimanfaatkan oleh PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN4) untuk kendaraan operasional yang ramah lingkungan di wilayah Sumatera Utara.

PT Central Nusantara Niaga, selaku dealer resmi DFSK di Medan sedang memproses pengiriman Gelora E kepada PTPN4. Nantinya mobil ini digunakan sebagai kendaraan untuk mengangkut para karyawan PTPN4 ke berbagai lokasi, mulai dari mengitari perkotaan hingga masuk ke area ladang sawit.

Melalui keterangan resminya, Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi berterima kasih kepada PTPN4 yang mempercayakan kendaraan operasionalnya kepada DFSK Gelora E minibus.

Baca juga: Gak Sampai Rp50 Ribu, DFSK Gelora E Buatan Lokal Tempuh Perjalanan Jakarta-Bandung Tanpa Ribet

DFSK Gelora E

PTPN4 menggunakan DFSK Gelora E sebagai mobil karyawan yang ramah lingkungan

“DFSK meyakini unit yang sudah diserahkan ini sudah memiliki standar kualitas tertinggi sehingga mampu diandalkan sehari-hari dan memberikan nilai ekonomis yang efisien bagi kelancaran operasional perusahaan,” ujarnya.

Minibus ramah lingkungan dengan kapasitas 7 penumpang ini juga dimanfaatkan oleh PTPN4 sebagai pendukung mobilitas operasional dan sekaligus menjadi bukti sektor perkebunan juga mendukung lingkungan yang lebih bersih dan efisien. Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah yang ingin mendorong masyarakat lebih banyak lagi menggunakan kendaraan listrik demi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan lingkungan yang lebih bersih.

Baca juga: Menghitung Biaya Perawatan DFSK Gelora E, Gak Sampai Rp2.500 Per Hari!

Dibuat di Indonesia, DFSK Gelora E Lebih Murah Rp180 Juta!

DFSK Gelora E

Pabrik PT Sokonindo Automobile memenuhi status sebagai industri 4.0

Guna menghadirkan harga yang lebih kompetitif, kini Gelora E diproduksi di pabrik PT Sokonindo Automobile yang berada di Cikande, Serang, Banten. Dalam kegiatan prosukdinya sudah mengadopsi berbagai teknologi produksi terkini dan modern sehingga memenuhi status sebagai industri 4.0.

Secara keseluruhan pabrik DFSK mampu memproduksi 50 ribu unit per tahun berkat dukungan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) terlatih. Teknologi robotik yang diusung pabrik DFSK sudah mencapai 90 persen untuk proses produksi. Bicara mengenai harga, model minibusnya kini dibandrol Rp399 juta.

Dalam kondisi baterai terisi penuh, mobil ini sanggup menempuh jarak hingga 300 km. Sebagai tempat peyimpanan daya listriknya, mobil ini dibekali baterai Lithium-ion dengan kapasitas 42 kWh.

Menggunakan teknologi fast charging, pengisian daya 20% hingga 80% hanya membutuhkan waktu 80 menit. Untuk diketahui Gelora E dilengkapi fitur keamanan untuk melindungi elektrikal dari air, debu maupun lumpur dengan standar IP 67.

DFSK Gelora E

Oh iya, baterainya telah mendapatkan sistem perlindungan untuk memastikan keamanan baterai dalam kondisi ekstrim, dan secara otomatis menghentikan sumber daya jika terdeteksi kebocoran tegangan pada sistem elektrikalnya.

Dari segi performa, Gelora E ditenagai oleh motor listrik tunggal berjeniskan permanent magnet synchronous motor yang dapat menghasilkan tenaga 60 Kw (81 PS) pada 9.000 rpm dengan torsi puncak 200 Nm dengan 2-type driving sequence.

“Kami siap memberikan dukungan terhadap instansi-instansi pemerintah dan turunannya dengan memberikan pilihan kendaraan operasional yang ramah lingkungan, serta menjadi bagian dari pencapaian target Net Zero Emission yang dicanangkan pada tahun 2060,” tutup Rofiqi.

Baca juga: Esemka Bima EV Vs DFSK Gelora E, Siapa yang Paling Unggul dari Segi Spesifikasi?

LihatTutupKomentar